Sabtu, 02 November 2013

[Anime Review] Tokyo Ravens


It was November, and four weeks has passed since new wave of anime appears. Now for a moment I want to tell some story about my favorite anime in this season. It Is Tokyo Ravens.

Mengambil setting di jepang modern, Tokyo Ravens menceritakan tentang onmyouji modern. Tokoh utama dari anime ini, Tsuchimikado Harutora adalah anak dari keluarga onmyouji terkenal, Tsuchimikado. Meskipun berasa dari keluarga onmyouji terkenal, Harutora tidak memiliki kekuatan untuk melihat roh, karena itu dia hidup dengan santai.

Namun, hari-hari santai dia diganggu oleh onmyouji muda dari Tokyo. Dan karena onmyouji tersebut, Hokuto, cewek misterius yang disukai Harutora meninggal. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Harutora memutuskan untukmenjadi Shikigami sepupunya, Tsuchimikado Natsume. Hingga akhirnya Dia dan Natsume bisa menyelasaikan masalah tersebut.

Anime ini selalu ku download tonton hari Rabu.

Ada beberapa hal yang membuatku tertarik dengan anime.

Pertama, onmyouji.
Onmyouji pada dasarnya adalah magic, di anime sendiri aku hanya beberapa kali pernah melihat onmyouji. Salah satuyna di To Aru Majutsu no Index. Kebanyakan anime menggunakan magic dari barat, karena itu sihir dari timur cukup membuatku tertarik.

Kedua, Tsuchimikado.
Ini adalah kedua kalinya aku melihat karakter Tsuchimikado. Pertama kalinya adalah Tsuchimikado Motoharu, tokoh pembantu di To Aru Majutsu no Index. Motoharu adalah onmyouji terkenal dari keluarganya. Selain itu, dia juga adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk bertarung jarak dekat.
Tsuchimikado adalah salah satu daya tarik dari anime ini.

Ketiga, Opening.
Opening sebagai pembuka anime merupakan hal pertama yang kita lihat dalam anime. Opening Tokyo Ravens dinyanyikan oleh Maon Kurosaki, denga judul X-encouter. Poin plus dari opening ini adalah kecocokan antara frame dengan song. Kedua factor tersebut sangat singkron satu sama lain.

Dan itulah Tokyo Ravens, anime yang paling aku nanti season ini.