It was
November, and four weeks has passed since new wave of anime appears. Now for a
moment I want to tell some story about my favorite anime in this season. It Is
Tokyo Ravens.
Mengambil
setting di jepang modern, Tokyo Ravens menceritakan tentang onmyouji modern.
Tokoh utama dari anime ini, Tsuchimikado Harutora adalah anak dari keluarga
onmyouji terkenal, Tsuchimikado. Meskipun berasa dari keluarga onmyouji
terkenal, Harutora tidak memiliki kekuatan untuk melihat roh, karena itu dia
hidup dengan santai.
Namun,
hari-hari santai dia diganggu oleh onmyouji muda dari Tokyo. Dan karena
onmyouji tersebut, Hokuto, cewek misterius yang disukai Harutora meninggal.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Harutora memutuskan untukmenjadi Shikigami
sepupunya, Tsuchimikado Natsume. Hingga akhirnya Dia dan Natsume bisa
menyelasaikan masalah tersebut.
Anime ini
selalu ku download tonton hari Rabu.
Ada beberapa
hal yang membuatku tertarik dengan anime.
Pertama,
onmyouji.
Onmyouji
pada dasarnya adalah magic, di anime sendiri aku hanya beberapa kali pernah
melihat onmyouji. Salah satuyna di To Aru Majutsu no Index. Kebanyakan anime
menggunakan magic dari barat, karena itu sihir dari timur cukup membuatku
tertarik.
Kedua,
Tsuchimikado.
Ini adalah
kedua kalinya aku melihat karakter Tsuchimikado. Pertama kalinya adalah
Tsuchimikado Motoharu, tokoh pembantu di To Aru Majutsu no Index. Motoharu
adalah onmyouji terkenal dari keluarganya. Selain itu, dia juga adalah seorang
yang memiliki kemampuan untuk bertarung jarak dekat.
Tsuchimikado
adalah salah satu daya tarik dari anime ini.
Ketiga,
Opening.
Opening
sebagai pembuka anime merupakan hal pertama yang kita lihat dalam anime.
Opening Tokyo Ravens dinyanyikan oleh Maon Kurosaki, denga judul X-encouter.
Poin plus dari opening ini adalah kecocokan antara frame dengan song. Kedua
factor tersebut sangat singkron satu sama lain.
Dan itulah
Tokyo Ravens, anime yang paling aku nanti season ini.