Minggu, 22 Februari 2015

Fated to End - Prologue

Prologue - Akhir dari Sebuah Awal

“Maaf, tapi kamu harus mati.”

Aku memandanginya, wajah satu-satunya pria yang kucintai setulus hatiku. Cintaku kepadanya sangat besar, meski aku sadar dia tidak mengetahui dan tidak akan pernah mengetahui hal tersebut. Aku tidak pernah mengatakan kepadanya dan tidak akan pernah aku biarkan seorangpun mengatakan kepadanya. Jauh di dalam hatiku terpendam suatu ketakutan. Aku takut dia akan membenciku jika  sedikit saja kata-kata itu keluar dari mulutku. Walau aku yakin, dia mencintaiku meski hanya sebagai seorang sahabat. Namun bagiku, menjadi seseorang yang berarti baginya saja sudah terasa memuaskan.

“Hanya di tanganmu, aku sudi mati, Ahmad.”

Aku memberikan senyuman terbaikku kepadanya. Dia sedang menderita. Aku tahu itu.  Aku merasakannya, jauh di dalam sana. Bayangkan! Adakah orang waras yang sanggup membunuh orang yang sudah kau anggap sebagai teman, sahabat, sekaligus keluarga? Tidak. Aku yakin tidak ada satupun orang waras yang sanggup melakukannya, tidak kecuali dia. Dia ahli, sangat ahli terlalu ahli malah, membunuh perasaannya sendiri. Andai saja aku bisa berbohong, mengatakan kepadanya kalau aku membencinya, menipunya, memanfaatkannya, dan semua hal laknat lainnya, pasti dia akan sedikit lebih baik. Tapik aku tidak bisa, aku tidak bisa. Aku terlalu mencintainya.

“Selamat tinggal, Yosef.”

Tatapan kosongnya dan suara letupan pistol adalah hal terakhir yang tersampaikan ke dalam otakku dengan damai. Detik berikutnya aku hanya bisa merasakan timah panas yang bertengger di kepala dan jantungku. Rasa sakit tak terkira menggerogoti aku dengan lahap, jiwaku dan juga ragaku. Perlahan-lahan aku sadar, inilah akhirku.

Tidak! Tidak! Tidak! Satu kali saja, satu kalimat saja, satu kata juga tak apa, ada hal yang harus aku sampaikan kepadanya. Satu saja, satu saja, satu permohonan tulusku yang bagaimanapun juga harus kusampaikan kepadanya. Mungkin ini egois, tapi aku harus mengatakannya.

Tolong, tolonglah, jika kamu memang ada di atas sana maka bantulah aku! Gerakkan lidahku, lidahku yang kelu ini. Ayolah lidah, bergeraklah! Sedikit saja! Untuk yang terakhir kalinya. Ayo lidah! Ayolah! Ayolah! Ayo! AYO!

“               “

Terima kasih. Bagiku hanya itu yang berarti.

Kata-kata terakhirnya beresonansi dengan suara tubrukkan tubuh dalam ruangan itu. Semesta terhisap, semuanya hening, memberikan setitik ketenangan bagi setiap jiwa yang pergi. Alam menghormati kepergian setiap jiwa yang pergi, bagaimanapun bentuknya. Sedangkan bagi pria itu, ini hanyalah sebuah kematian. Kematian mereka berdua.

Muhammad Edward - 22-02-2015
Re-edit - 23-02-2015, di tengah gelapnya lampu yang padam.
I'll explain it in the next chapter

Minggu, 15 Februari 2015

Sex <-> Cinta

Dibaca "Relasi antara Sex dan Cinta"

Karena kebetulan kemarin adalah hari valentine yang sering dihubungkan dengan kasih sayang dam canal nerves. Aku ingin naik stream dan mempos tulisan yang masih ada sangkut pautnya dengan hal tersebut.

Relasi cinta dan seks ada dua macam. Seks karena cinta, dan cinta karena seks. Ayo bahas satu-satu.

Seks karena cinta.

Mungkin hal pertama yang ada di pikiran kita semua adalah gambaran seorang cowok yang maksa ceweknya buat senggama dengan ancaman nanti bakal di putus. Padahal gak cuma itu aja.

Puncak dari hal ini adalah pernikahan. Pernikahan dengan dalih agar bisa melakukannya dengan bebas adalah hal yang wajar. Meski aku gak tahu bagaimana itu di gambaran berbagai agama, tapi aku yakin alasan itu masih di absahkan. Dari pada senggama di luar nikah yang sampai ini belum kutemukan dalil diperbolehkannya di agama manapun, lebih baik nikah bukan?

Selain di atas ada juga beberapa pasangan dewasa yang melaksanakan seks di luar nikah dengan kesadaran penuh apa yang telah dia lakukan dan tentu dengan tanggung jawab. Saya menghormati apa-pun keputusan masing-masing individu karena itu hidup anda. Selama m dan f bisa baik menghadapinya, saya hanya bisa berharap mereka bisa bahagia.

Cinta karena seks

Yang saya maksudkan di sini adalah orang yang bercinta karena ingin bersenggama. Hal ini menyebabkan rasa masam di lidah saya ketika menulisnya. Tipikal orang yang menggerogoti kepolosan wanita dengan atas nama cinta, aku tidak bisa sejutu dengan orang seperti ini. Mengerti gak sih maksudku?

Yang mereka mau itu cuma seks. Cinta cuma di jadikan alasan dan jalan untuk melakukannya. Menyebalkan bukan?

Soal canal nerves. Sebenarnya ada beberapa jenis lagi menurutku.

Seks demi kesenagan.
Animal behavior.

Rabu, 11 Februari 2015

Masayoshi Yamazaki - One More Time, One More Chance [Indonesian Translation]

Romaji

Kore ijou nani wo ushinaeba kokoro wa yurusareru
no
Dore hodo no itami naraba mou ichido kimi ni aeru
One more time kisetsu yo utsurowanaide
One more time fuzake atta jikan yo

Kuichigau toki wa itsumo boku ga saki ni oreta ne
Wagamama na seikaku ga naosara itoshiku saseta
One more chance kioku ni ashi wo torarete
One more chance tsugi no basho wo erabenai

Itsu demo sagashite iru yo dokka ni kimi no sugata
wo
Mukai no hoomu rojiura no mado
Konna toko ni iru hazu mo nai no ni
Negai ga moshimo kanau nara ima sugu kimi no
moto e
Dekinai koto wa mou nanimo nai
Subete kakete dakishimete miseru yo

Sabishisa magirasu dake nara
Dare demo ii hazu na no ni
Hoshi ga ochisou na yoru dakara
Jibun wo itsuwarenai
One more time kisetsu yo utsurowanaide
One more time fuzake atta jikan yo

Itsu demo sagashite iru yo dokka ni kimi no sugata
wo
Kousaten demo yume no naka demo
Konna toko ni iru hazu mo nai no ni
Kiseki ga moshimo okoru nara im sugu kimi ni
misetai
Atarashii asa kore kara no boku
Ienakatta suki to iu kotoba mo

Natsu no omoide ga mawaru fui ni kieta kodou

Itsu demo sagashite iru yo dokka ni kimi no sugata
wo
Akegata no machi sakuragichou de
Konna toko ni kuru hazu mo nai no ni
Negai ga moshimo kanau nara ima sugu kimi no
moto e
Dekinai koto wa mou nanimo nai
Subete kakete dakishimete miseru yo

Itsu demo sagashite iru yo dokka ni kimi no kakera
wo
Tabisaki no mise shinbun no sumi
Konna toko ni aru hazu mo nai no ni
Kiseki ga moshimo okoru nara ima sugu kimi ni
misetai
Atarashii asa kore kara no boku
Ienakatta suki to iu kotoba mo

Itsu demo sagashite shimau dokka ni kimi no egao
wo
Kyuukou machi no fumikiri atari
Konna toko ni iru hazu mo nai no ni
Inochi ga kurikaesu naraba nandomo kimi no moto e
Hoshii mono nado mou nanimo nai
Kimi no hoka ni taisetsu na mono nado

Credit : JPop lyrics

Indonesia

Jika aku kehilangan lebih dari ini, akankah hatiku termaafkan
Jika rasa sakit yang lebih dari ini, bisakah membuatku bertemu denganmu sekali lagi
Sekali lagi, musim yang tak memudar
Sekali lagi, waktu kita hanya bermain-main

Saat bertengkar pasti selalu saja, aku yang pertama kali mengalah
Justru sikap egoismu itu yang buatku semakin jatuh cinta
Satu kesempatan lagi, kakiku terpaku oleh ingatan
Satu kesempatan lagi, aku tidak bisa memilih tempat berikutnya

Aku selalu saja mencari, entah dimana bayanganmu
Di peron seberang, jendela-jendela di jalanan
Padahal tak mungkin kamu ada di tempat seperti ini
Jika harapan bisa terkabul, saat ini juga berada disisimu
Hal yang belum kulakukan sudah tak ada lagi
Mempertaruhkan segalanya hanya karena ingin mendekapmu

Jika aku hanya ingin mengusir kesepian, siapa saja seharusnya tak penting
Justru karena malam yang bintangnya terlihat akan runtuh, aku tak bisa membohongi diriku
Sekali lagi, musim yang tak memudar
Sekali lagi, waktu kita hanya bermain-main

Aku selalu saja mencari, entah dimana bayanganmu
Di persimpangan jalan, di dalam mimpi
Padahal tak mungkin kamu ada di tempat seperti ini
Jika mukjizat dapat terjadi
Saat ini juga aku ingin menunjukkan kepadamu
Esok yang baru, diriku yang akan datang
Kata suka yang tak sempat terucapkan

Ingatan musim panas yang selalu berputar
Detakan yang tiba tiba menghilang

Aku selalu saja mencari, entah dimana bayanganmu
Di ujung jalan, di sakura-cho
Padahal tak mungkin kamu datang ke tempat seperti ini
Jika harapan bisa terkabul
Saat ini juga berada disisimu
Hal yang belum kulakukan sudah tak ada lagi
Mempertaruhkan segalanya hanya karena ingin mendekapmu

Aku selalu saja mencari, entah dimana kepinganmu
Toko dalam perjalananku, sudut sudut koran
Padahal tak mungkin kamu ada di tempat seperti ini
Jika mukjizat dapat terjadi
Saat ini juga aku ingin menunjukkan kepadamu
Esok yang baru, diriku yang akan datang
Kata suka yang tak sempat terucapkan

Akhirnya aku selalu saja mencari, entah dimana senyumanmu
Di persimpangan rel, menunggu kereta yang lewat
Padahal tak mungkin kamu ada ke tempat seperti ini
Jika kehidupan selalu berulang, berapa kalipun akan selalu mencarimu
Aku sudah tidak memiliki hal yang kuinginkan
Tidak ada yang lebih penting dari dirimu

Jumat, 06 Februari 2015

Rotten World

I'm change.

Oke, itu cara yang aneh untuk memulai sebuah tulisan. Dan meski judul diatas terlihat sangat hiperbolatisme, kenyataannya aku hanya akan lebih membahas tentang diriku. Dan seperti yang kukatakan, tentang perubahanku.

I'm a perv

Oke. Lagi-lagi itu cara yang aneh untuk mengisi interlude.

Baiklah, seperti kataku. Aku memang seorang perv. Tapi tolong di garis bawahi kalau perlu pakai bold. Aku hanya tertarik pada literatur. Oke, di writterku gak ada underline.

Moving over. Oke, lebih jelasnya lagi aku hanya tertarik dengan literatur dan manga. Aku tak akan mau asal melihat yang aslinya.

Btw, alasan ini juga tang buat aku berpikir 2 kali untuk pacaran.

My POV is Crumble

Oke, dengan menarik kesimpulan poin ke dua di atas. Aku seharusnya dapat toleran dengan kegiatan semacam itu di film atau anime sampai kadar tertentu. Sehingga aku gak perlu wah, weh, woh, lagi dengan yang begituan.

Tapi

Sang Rotten World menjejalku dengan kenyataan.

Terra formar, adalah nama sebuah anime yang mengubah cara pandang duniaku menjadi sangat gelap. Anime yang tadinya aku harap bisa menjadi sekedar anime seinen dengan aksi. Ternyata memberikan impak yang berlebih.

Adolf, aku lupa nama panjangnya, adalah sang pelaku utamanya. Kisahnya yang diselingkuhi istrinya yang dia sayangi SEPENUH mati yang mengajarkanku kenyataan. Sebenarnya bukan ini kali pertama aku bersenggolan dengan perselingkuhan.

Beberapa bulan sebelumnya aku membaca sebuah literatur dari dee yang berjudul kesatria, putri, dan bintang jatuh. (kemana aja lu baru baca?) Di novel tersebut juga mengangkut perselingkuhan antara putri dan bintang jatuh. Tapi mereka berbeda, entah kenapa terasa berbeda.

Lalu terra formar? Apa yang ia lakukan sehingga membuatku sebegini muaknya dengan istri adolf. Ayo kita telusuri jejaknya.

Berawal dari pertemuan mereka berdua yang romantis, kencan, pejodohan, yang hingga berujung ke pernikahan. Semua itu terlihat manis. Adolf yang memang kerja di u nasa harus pergi jauh ke markas pusat untuk pekerjaannya.

Dan sekembalinya ke rumah, buah, istrinya sedang bercinta dengan pria lain. Tapi Adolf hanya bida bersedih mengenainya. Dan memaafkan istrinya yang meminta ampun. (kalau aku mungkin udah yak sayat). Lalu istrinya melahirkan anak. Hanya untuk berteriak "aku bukan anakmu". From this point onward, yang Adolf rasakan hanyalah kesedihan konstan dan statis yang tidak pernah ia ledakka.

Sesuai tugasnya, Adolf pergi ke mars menjalan misi agung nan berbahaya mengumpulkan sample virus baru di planet tetanga itu. Sementara istrinya berduaan dengan pria lain. (What a bth).

Adolf dalam pelariannya untuk melupakan masa lalunya yang menyedihkan bertarung dengan pasukan kecoa mutasi. Dengan kesedihan yang bertumpuk di ruhnya, ia membunuh banyak kecoa. Meski hampir mati, dia kembali lagi. Demi sebuah harapan yang baru, para anggota krunya. Meski ia akhirnya mati bersama rekan seperjuangannya. Tersenyum dalam perang, kebahagiaan yang pada akhirnya ia dapatkan.

Salute to Adolf-san t_t7 (aku gak tau emojinya)

Sementara itu istrinya bersolek untuk menemui selingkuhannya. Cuih.

Di segi lain, ada dua hal yang bisa kita pahami dari cerita pendek yang memakan beberapa episode ini.

Point 1 - Jangan pernah menikah dengan istri yang gak bisa di tinggal pergi.
Point 2 - Keluasan hati Adolf-san sangatlah lebar, namun cara yang digunakan merusak jiwa diri sendiri. Jadi, jika anda mengalami masalah yang serupa. Tolong jangan segan untuk membicarakannya dengan istri anda dan mungkin guru yang bisa anda percayai. Jangan orang tua. Percaya deh, brabe.

Di akhir sesinya, mas adolf meninggalkan pesan untuk istrinya yang dia sayangu.
"Kamu lah yang mengajari aku yang seperti monster ini cara menjadi manusia, tetapi kenapa malah kamu yang melakuka tindakan layaknya seeokor hewan."

Aku juga akan berkata.
"Jika kau melakukan h dengan beralaskan cinta, sehingga akibatnya kamu melakukannya dengan banyak orang. Karena kamu mencintai banyak orang. Maka kamu lebih rendah dari binatang."

Sebenarnya itu line yang mau aku pakai di fanfikku. Tapi, aku taruh disini dulu untuk sementara. Karena masih tahap preparing.

Kamis, 05 Februari 2015

Sawano Hiroyuki[nZk] - 0.Vers

Japanese (Romaji)
I never meant to make you so numb
Even though I want to see you smile again
Toyed with in their deep plots like a doll
Eyes won't sparkle no more

You're our only Messiah, but it was just my desire
My heart bled at the sight
That brought me torture over and over
How dare you decided he's the ONE
All my tears've been run out

My life has turned too dusty like vampire
I'm gonna rust out and struggle in the flame of fire
All my fears had been stained
But my scars are still remained
How much I've got to lose?
My dear, where's a ray of hope?

Found myself fallen in the dark side of Mars
From my dead asleep dreaming
Why I swear fake allegiance to that girl
Until I let you down

There's no sound of your breathing
Still your room is so freezing
My heart bled at the sight
That brought me torture over and over
It's something I must live with everyday
Now I know there's no way out

My life has turned too dusty like vampire
I'm gonna rust out and struggle in the flame of fire
All my fears had been stained
But my scars are still remained
How much I've got to lose?
My dear, where's a ray of hope?

My life has turned too dusty like vampire
I'm gonna rust out and struggle in the flame of fire
All my fears had been stained
But my scars are still remained
How much I've got to lose?
My dear, where's a ray of hope?

How does it come to the perfect ends?
While I'm refusing to make amends
So much hurts, so much hates are grown up
Your phantom made me hold on for my dear life

Indonesia
Aku tak pernah bermaksud membuatmu begitu kaku
Meski aku ingin melihatmu tersenyum lagi
Dipermainkan dengan plot dalam mereka layaknya sebuah boneka
Mata yang tak'kan bersinar lagi

Hanya kau lah Juru Penyelamat kami, tapi itu hanya keinginanku
Hatiku berdarah di depan pemandangan
Yang menyiksaku lagi dan lagi
Bisanya kamu memutuskan DIA sebagai yang terpilih
Air mataku telah kering

Hidupku telah kotor layaknya vampir
Aku akan mengkarat dan meronta dalam lautan api
Semua ketakutanku telah ternoda
Tapi bekas lukaku masih tersisa
Seberapa banyak aku harus kehilangan?
Sayang, dimana secercah harapanku

Menyadari bahwa aku telah terjatuh ke dalam sisi gelap Mars
Dari lamunanku
Kenapa aku menjanjikan kesetiaan palsu kepada gadis itu
Hingga aku mengecewakanmu

Nafasmu tak terdengar
Tapi ruanganmu sangat dingin
Hatiku berdarah di depan pemandangan
Yang menyiksaku lagi dan lagi
Namun aku harus hidup dengannya setiap hari
Sekarang aku tau tidak ada jalan keluar

Hidupku telah kotor layaknya vampir
Aku akan mengkarat dan meronta dalam lautan api
Semua ketakutanku telah ternoda
Tapi bekas lukaku masih tersisa
Seberapa banyak aku harus kehilangan?
Sayang, dimana secercah harapanku

Hidupku telah kotor layaknya vampir
Aku akan mengkarat dan meronta dalam lautan api
Semua ketakutanku telah ternoda
Tapi bekas lukaku masih tersisa
Seberapa banyak aku harus kehilangan?
Sayang, dimana secercah harapanku

Bagaimana bisa berakhir sempurna?
Sementara aku tak berusaha memperbaikinya
Begitu banyak luka, kebencian yang tumbuh
Bayanganmu lah yang membuatku mempertahankan kehidupan ini

Rabu, 04 Februari 2015

Pemandangan yang kami lihat

Langit yang kulihat
Adalah langit biru membentang
Yang terlalu luas
Yang indah selalu kukagumi

Langit yang kulihat
Adalah langit hitam yang pekam
Yang terlalu luas
Yang selalu aku takuti

Daratan yang kupandangi
Adalah tanah subur yang luas
Hutan-hutan yang rimbun
Dan laut yang membentang

Daratan yang kupandangi
Adalah tanah tandus yang luas
Hutan-hutan besi rimbun
Dan air dalam yang sepi

Kehidupan yang aku tinggali
Adalah kehidupan yang biasa
Pergi kesekolah, bergaul dengan teman
Sungguh kehidupan yang biasa

Kehidupan yang aku tinggali
Bukanlah kehidupan yang biasa
Diajarkan mentor, menghadiri pesta dansa
Bukan kehidupan yang biasa

Dunia yang aku tinggali
Adalah planet biru yang tenang
Manusianya yang seenaknya
Menyakiti planet ini

Dunia yang aku tinggali
Adalah planet merah yang tenang
Manusianya yang berjuang
Membangun planet ini

Aku hanyalah seorang pelajar
Yang hidup dengan monoton
Hanya melakukan yang perlu
Dan seefektif mungkin

Aku adalah seorang putri
Yang harus berjuang keras
Mewujudkan mimpi bodoh
Yang direndahkan oleh orang lain

Andai perang ini tidak terjadi

Andai pertemputan ini tidak terjadi

Mungkin aku tidak akan bertemu dengannya

Pasti aku tidak akan mengenalnya

Aku tidak suka perang ini

Aku membenci pertempuran ini

Ku harap ini cepat berakhir

Kenapa kita tidak berdamai saja

Tapi di dalam hati aku bersyukur

Tapi ada kalanya aku bersyukur

Karena perang ini aku bisa bertemu denganmu
Dan memandang pemandangan yang sama
Mendengar suara yang sama
Dan membagi perasaan satu sama lain

Tapi perang ini harus di akhiri
Segera

To Inaho Kaizuka and Asseylum Vers Allusia