I'm change.
Oke, itu cara yang aneh untuk memulai sebuah tulisan. Dan meski judul diatas terlihat sangat hiperbolatisme, kenyataannya aku hanya akan lebih membahas tentang diriku. Dan seperti yang kukatakan, tentang perubahanku.
I'm a perv
Oke. Lagi-lagi itu cara yang aneh untuk mengisi interlude.
Baiklah, seperti kataku. Aku memang seorang perv. Tapi tolong di garis bawahi kalau perlu pakai bold. Aku hanya tertarik pada literatur. Oke, di writterku gak ada underline.
Moving over. Oke, lebih jelasnya lagi aku hanya tertarik dengan literatur dan manga. Aku tak akan mau asal melihat yang aslinya.
Btw, alasan ini juga tang buat aku berpikir 2 kali untuk pacaran.
My POV is Crumble
Oke, dengan menarik kesimpulan poin ke dua di atas. Aku seharusnya dapat toleran dengan kegiatan semacam itu di film atau anime sampai kadar tertentu. Sehingga aku gak perlu wah, weh, woh, lagi dengan yang begituan.
Tapi
Sang Rotten World menjejalku dengan kenyataan.
Terra formar, adalah nama sebuah anime yang mengubah cara pandang duniaku menjadi sangat gelap. Anime yang tadinya aku harap bisa menjadi sekedar anime seinen dengan aksi. Ternyata memberikan impak yang berlebih.
Adolf, aku lupa nama panjangnya, adalah sang pelaku utamanya. Kisahnya yang diselingkuhi istrinya yang dia sayangi SEPENUH mati yang mengajarkanku kenyataan. Sebenarnya bukan ini kali pertama aku bersenggolan dengan perselingkuhan.
Beberapa bulan sebelumnya aku membaca sebuah literatur dari dee yang berjudul kesatria, putri, dan bintang jatuh. (kemana aja lu baru baca?) Di novel tersebut juga mengangkut perselingkuhan antara putri dan bintang jatuh. Tapi mereka berbeda, entah kenapa terasa berbeda.
Lalu terra formar? Apa yang ia lakukan sehingga membuatku sebegini muaknya dengan istri adolf. Ayo kita telusuri jejaknya.
Berawal dari pertemuan mereka berdua yang romantis, kencan, pejodohan, yang hingga berujung ke pernikahan. Semua itu terlihat manis. Adolf yang memang kerja di u nasa harus pergi jauh ke markas pusat untuk pekerjaannya.
Dan sekembalinya ke rumah, buah, istrinya sedang bercinta dengan pria lain. Tapi Adolf hanya bida bersedih mengenainya. Dan memaafkan istrinya yang meminta ampun. (kalau aku mungkin udah yak sayat). Lalu istrinya melahirkan anak. Hanya untuk berteriak "aku bukan anakmu". From this point onward, yang Adolf rasakan hanyalah kesedihan konstan dan statis yang tidak pernah ia ledakka.
Sesuai tugasnya, Adolf pergi ke mars menjalan misi agung nan berbahaya mengumpulkan sample virus baru di planet tetanga itu. Sementara istrinya berduaan dengan pria lain. (What a bth).
Adolf dalam pelariannya untuk melupakan masa lalunya yang menyedihkan bertarung dengan pasukan kecoa mutasi. Dengan kesedihan yang bertumpuk di ruhnya, ia membunuh banyak kecoa. Meski hampir mati, dia kembali lagi. Demi sebuah harapan yang baru, para anggota krunya. Meski ia akhirnya mati bersama rekan seperjuangannya. Tersenyum dalam perang, kebahagiaan yang pada akhirnya ia dapatkan.
Salute to Adolf-san t_t7 (aku gak tau emojinya)
Sementara itu istrinya bersolek untuk menemui selingkuhannya. Cuih.
Di segi lain, ada dua hal yang bisa kita pahami dari cerita pendek yang memakan beberapa episode ini.
Point 1 - Jangan pernah menikah dengan istri yang gak bisa di tinggal pergi.
Point 2 - Keluasan hati Adolf-san sangatlah lebar, namun cara yang digunakan merusak jiwa diri sendiri. Jadi, jika anda mengalami masalah yang serupa. Tolong jangan segan untuk membicarakannya dengan istri anda dan mungkin guru yang bisa anda percayai. Jangan orang tua. Percaya deh, brabe.
Di akhir sesinya, mas adolf meninggalkan pesan untuk istrinya yang dia sayangu.
"Kamu lah yang mengajari aku yang seperti monster ini cara menjadi manusia, tetapi kenapa malah kamu yang melakuka tindakan layaknya seeokor hewan."
Aku juga akan berkata.
"Jika kau melakukan h dengan beralaskan cinta, sehingga akibatnya kamu melakukannya dengan banyak orang. Karena kamu mencintai banyak orang. Maka kamu lebih rendah dari binatang."
Sebenarnya itu line yang mau aku pakai di fanfikku. Tapi, aku taruh disini dulu untuk sementara. Karena masih tahap preparing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar