Minggu, 29 September 2013

DIKLAT KIR

Lelah lelap capai, senang bahagia super, keringat, air mata dan darah. Semuanya bercampur aduk dalamku saat ini. Melihat mereka yang bahagia, melihat mereka yang bersusah-susah, melihat mereka yang bagai angin, melihat mereka yang berjuang. Punggungku terasa sakit, serasa ada beban disana. Saat ini, pada dasarnya aku hanya penonton, meski terkadang aku menjadi pemain bola utama.

Entah apa yang ada di hari esok, aku tidak tahu, tapi aku ingin tahu. Terkadang aku berharap semuanya berakhir saja, tapi aku tahu itu salah. Manusia hidup, dan aku berjuang untuk hidup. Ya Allah, bantulah aku.

51, angka yang saat ini berarti bagiku, akupun juga ada di dalamnya. Mereka manusia, sama denganku, kami selalu memiliki janji di tiga waktu. Pagi, siang, dan sore. Sayangnya aku gak memenuhi janji soreku. Mungkin shake yang ada di kulkasku sekarang sedang merengek karena tidak bertemu denganku. Padahal sebenernya aku sudah meninggalkannya selama hampi 3 bulan. Yang ini gak usah dibahas.

Aku sangat berterimakasih dengan temanku, mereka yang membuat semuanya dapat berhasil. Aku sekarang sudah memahami, manusia memang tidak kuat, semua menjadi mungkin karena mereka.

Aku datang kesini dengan dua alasan, menghadiri, dan star gazing. And so, one of my hope is rejected, I can't gaze to hoshizora, kyou wa kumou no yoru dakara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar